Rumah ke Dua
Termenung hanya dalam angan
membaca wujud yang yang tak nampak
Butiran air berselancar
menggenangi pori-pori yang telah mengkerut
Duduk bersimpuh yang terlaksana
menadahkan jemari mengaharap iba
Isak tangis pun teriring
melisankan sebuah do`a
Tua renta
menyadarkan akan rumah ke dua
berbekal selimut putih
Menghadap Dia yang mencipta